Sepucuk surat duka
titik demi titik ku teteskan airmata
hingga mengalir membasahi pipi
tanganku gemetar
tubuhku serasa hangat dingin
sepucuk surat tergeletak di lantai
teriakkan ku menambah haru
segala ingatanpun tak lagi bertuan
karena pikiranku
hanya tertuju kepada sepucuk surat
duka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar